hanya bertanya-tanya.
sampai kapan saya akan bertahan?
hanya kawatir ketika saya tak kuat lagi, saya menghindari itu, tapi andai kata ... saya rapuh lagi ... sampai kapan?
saya merindukan mereka, sangat rindu, tapi sejauh apa sebenarnya yang sudah saya lakukan??
bukannya saya tidak melakukan apa pun, saya cukup bersabar, dan akan terus begitu. mengesampingkan ego saya, membuang jauh pikiran buruk dan negatif, mengatakan terus dalam hati "wajar dan pantas bagi saya menerima ini" ketika hal-hal kurang menyenangkan mengusik hati, terjadi di depan mata, terdengar di telinga, terasa dan nyata. Tapi yang penting, permohonan ampun pada Allah akan selalu saya teguhkan dalam hati.
seberapa kuatkah saya?
ketika saya benar" merindukan mereka. ketika saya merindukan senyum mereka. ketika saya benar" berada dekat, tapi saya tak terlihat, invicible.
saya tidak butuh belas kasihan Anda, saya tidak menginginkan cerita" kecil Anda tentang saya di belakang saya. fine, silahkan ... tapi jangan biarkan saya tau. itu lebih menyakitkan bagi saya mengetahui itu daripada merasakannya langsung. cukup.
saya hanya butuh dukungan.
Allah, kuatkan hati saya. saya tau ini masih belum seberapa. tapi saya tau, Engkau lah sekuat-kuatnya pemberi kekuatan. gantikanlah kesedihan dan kekecewaan yang pernah saya berikan pada mereka dengan kebahagiaan dan kasih sayang dari Mu. karena Engkaulah sebaik-baiknya pemberi kebahagiaan.
Allah, jangan biarkan kesedihan itu mengusik ketenangan mereka lagi.
Mereka, .. ibu saya, ayah saya, kakak saya, adik saya, nenek saya, keluarga besar saya, sahabat" saya, semua yang pernah saya kecewakan.
Allah, doa ini akan terus hamba panjatkan pada-Mu, tulus dari hati hamba ... tersampaikan atau tidak, ... saya menyayangi mereka, Engkau tau itu ...
"... akankah sama jadinya, bila bukan kamu ... lalu senyummu menyadarkan ku ... Engkau lah cinta pertama dan terakhirku ..." - cinta pertama dan terakhir, Sherina
Monday, August 31, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.jpg)
0 comments:
Post a Comment