katika aku akhirnya telah menemukan cara berbahagia dengan cara yang benar
ketika aku menangis bukan karena sakit, tapi karena rindu, menunggu, karena dia tidak ada
ketika aku nyaman,
ketika aku menjadi diri sendiri,
ketika setiap kata yang ku ucap bukan lagi kebohongan,
ketika aku menikmati belajar istilah" baru itu,
ketika karenanya aku mengenal lebih banyak lagi orang baru, teman baru, sahabat baru,
ketika dia selalu mendoakanku, berharap Tuhan selalu melindungi ku di setiap ucapan, perbuatan, dan pemikiranku,
ketika dia mengingatkan saat aku salah, membimbingku ke arah yang lebih baik,
ketika ia membuat tawaku tanpa beban,
ketika dukungan nya menghangatkan hati yang ketakutan,
ketika ia membuatku tidak menginginkan pria sempurna datang untukku, tapi berharap datang seorang pria yang membuatku berusaha menjadi wanita sempurna baginya,
ketika masa lalu ku bukan membuatnya menjauh, tapi justru melindungiku lebih keras dari sbelumnya,
ketika kesalahanku bukan membuatnya kesal, tapi ia justru membesarkan hatiku,
ketika ialah yang perlahan membuatku lebih kuat, lebih tegar, lebih sabar dari sebelumnya,
ketika ia mendengarkanku tepat seperti yang aku inginkan,
ketika ia bercerita banyak hal, tepat seperti yang aku inginkan,
ketika aku berharap sesuatu darinya, tapi hilang begitu saja, karena tiba" aku yakin harapan itu akan tergantikan sesuatu yang lain, yang lebih baik lagi,
ketika suatu ketika aku benar" bersyukur atas keberadaannya,
maka sejak itu aku tak pernah lagi berharap lebih,
sejak itu aku menghentikan pencarianku untuk mendapat yang terbaik.
ketika aku memohon pada sahabat"ku agar mendoakan bahwa pilihanku kali ini yang terbaik bagiku, yang tidak pernah kulakukan sebelumnya, aku sadar aku telah memilihnya untuk menjadi yang terbaik.
dia, ... bukan orang lain.
Friday, September 25, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.jpg)
0 comments:
Post a Comment