ceritanya kemaren lusa, abis aku sholat magrib ... apa isya ya? tiba-tiba ditanya ibu kaya gitu.
DEG!!
aku jawab di dalam hati "bukannya itu urusan antara aku & Allah ya mam?" sayangnya kata-kata itu cuma kesimpan di hati.
aku selalu berfikir, suatu saat mungkin akan tiba hari pembalasan itu. pembalasan karena telah mengecewakan ribuan orang, pembalasan karena dosa-dosaku, suatu saat akan tiba. karena aku nggak mau pembalasan yang lebih kejam datang di akhirat nanti. mungkin lebih baik di dunia.
tapi kapan? seperti apa?
sekarang, aku sudah sangat bahagia memiliki dia yang mengisi hari-hariku, tapi gimana kalau dia hadir untuk pergi?
bukankah pekerjaannya akan mentakdirkan kami untuk dipisahkan oleh jarak? mampukah aku?
siapa yang menanam keburukan, akan menuai keburukan juga. ya kan?
ibu bener si ... seberapa jauh tobatku agar pembalasan dari Allah tidak membuat air mataku sampai mengering? sampai jiwaku lelah, sampai ragaku merapuh letih mengahdapi ujian di dunia?
aku takut hari itu tiba.
walopun psikiater ku bilang rasa bersalah yang nggak ilang-ilang ini juga bentuk hukuman dari Allah, tapi entah knapa, bukannya su'udzon ... aku bisa merasakan itu. mungkin karena sadar nggak sadar masih juga aku buat kesalahan yang sama.
yea .. walopun dia meyakinkan aku untuk terus ada di sisiku apa pun masalahnya, bakal bareng-bareng nyelesaikan semua cobaan, .. tapi siapa yang bisa menjamin janji manusia? sementara hanya janji Allah-lah yang tidak akan mungkin teringkari?
dan gimana kalo nanti, ... justru dari dia sendiri cobaan itu hadir?
hari-hari ini akhirnya cuma bisa kau lalui dengan permohonan ampun, dan doa agar aku selalu berada di jalan-Nya, doa agar terhindar dari dosa, doa agar aku tidak melupakan Allah ketika sedang diuji.
jujur, aku sendiri bahkan nggak bisa menghindari ketakutan ini. jadi, jangan biarkan aku terus-menerus berbuat dosa, Ya Allah ... amin.
Wednesday, April 21, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.jpg)
0 comments:
Post a Comment