Pages

Wednesday, December 22, 2010

My December 22th

bukan karena hari ini hari yang aku spesialkan, mungkin memang kebetulan, mungkin tidak.


mungkin karena aku teringat beberapa taun yang lalu, sangat lama ... setiap tanggal ini, aku selalu menganggapnya spesial, walaupun hanya dengan pemberian sebatang coklat yang aku beli dari uang sakuku (pemberian darinya). entah beliau ingat atau tidak ... yang aku ingat saat itu, aku menghormatinya karena telah mengajariku banyak hal. dan membeli coklat itu cukup untuk menunjukkannya. sesederhana itu.


tahun-tahun belakangan, justru hadiah untuknya di tanggal ini lebih 'spesial' lagi, tak terhitung pembangkangan & kemunafikan, berulang kali kekecewaan, tanpa jera.

siapa yang tau kapan hati ini punya keinginan untuk berubah? berjanji, & ingkar. berjanji .. dan ingkar lagi ... menyakiti, memaafkan ... dan Ia tidak pernah bosan untuk benar-benar tulus memaafkanku, bahkan sebelum aku memintanya. aku pikir tadinya itu hanya sebuah kata-kata. maksudku, mana ada orang seikhlas & selapang dada itu??? ternyata memang ada kawan ... dan sebagai tambahan untuk membuatku semakin kecewa lagi, dia juga ikhlas mendoakanku untuk memiliki masa depan yang lebih baik, menjadi orang yang terbaik di mata orang lain, di mata Allah. apa-apaan ini?


semua ini kupikir sudah berubah.

tapi masih ada yang tetap sama. aku masih orang yang tidak bisa mengungkapkan perasaan ini padanya. 21 tahun lebih aku hidup, & aku lebih banyak mengucapkan maaf daripada mengungkapkan perasaan yang lain. untuk apa pula?


sampai akhirnya pengetahuan ini datang, sampai akhirnya pengertian & pemahaman ini datang. Segala puji bagiMu Ya Allah, ... syukur ku pada-Mu tidak habis-habisnya. terima kasih telah menuliskan takdirku, lahir di tengah keluarga ini, bersama orang-orang hebat ini.

apa yang telah terjadi pastilah memberi kami banyak hal untuk dipelajari & semoga memberi kami bekal untuk menjadi orang yang lebih baik di dunia .. dan akhirat-Mu.


Ya Allah ... semoga belum terlambat untuk memperbaiki semuanya.

dan hari ini, ijinkan aku memberitahunya ... tanpa suara, hanya kata-kata ... & semoga kata-kata ini adalah hasil dari pengetahuan, pemahaman, dan penerimaan selama bertahun-tahun aku mencari tujuan hidup. bertahun-tahun penuh ego, penuh penolakan & amarah seorang anak ...

ijinkan aku memberitahunya, bahwa selama ini, aku sangat bangga padanya, sangat bersyukur memilikinya, memiliki mereka, orang-orang hebat ini ... orang-orang yang tidak akan pernah lelah memperingatkanku untuk selalu mengingat-Mu, mengingatkan tanpa bosan untuk selalu bersujud pada-Mu ...


maka ijinkan aku untuk mengucapkan ini, sebelum semua terlambat,






"Ummi (Ibuku), Abi (Ayahku) ... aku mencintaimu karena Allah"







-22 Desember. Selamat Hari Ibu-

0 comments: